Minggu, 09 Desember 2012

karya sastra



KARYA SASTRA
 PROSA
    Prosa adalah karangan bebas yaitu karangan yang tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi seperti rima, ritma, jumlah baris, dan sebagainya.
 PUISI
    Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh rima, ritma/irama, matra, serta penyusunan baris dan bait.
 DRAMA (Naskah Drama)
    Pengertian drama ada dua aspek yaitu aspek drama yang dibukukan/ ditulis dalam bentuk naskah drama dan aspek pementasan untuk membawakan naskah tersebut.
PROSA
 MACAM-MACAM PROSA
Prosa fiksi
Prosa nonfiksi
Prosa lama
Prosa baru
   PROSA FIKSI adalah prosa yang berisi rekaan sebagai hasil imajinasi pengarang.
    Misal: dongeng, cerpen, roman, novel, dll
   PROSA NONFIKSI adalah prosa yang berisi fakta atau pendapat logis sebagai hasil kajian atau pengamatan terhadap suatu objek.
    Misal: esai, kritik, resensi, biografi, otobiografi
   PROSA LAMA
    Misal: mite, legenda, fabel, hikayat, cerita berbingkai
   PROSA BARU
    Misal: roman, novel, cerpen
 CIRI-CIRI PROSA LAMA
Isinya khayal
Anonim (tanpa pengarang)
Milik bersama
Istana sentris (fokus ceritanya adalah para raja atau kerajaan)
Beredar  dari mulut ke mulut
CIRI-CIRI PROSA BARU
Masyarakat sentris (berkisah tentang kehidupan masyarakat
Ada pengarangnya
Mencerminkan pribadi pengarang
Tertulis
Dinamis sesuai dengan perkembangan masyarakat
UNSUR-UNSUR PEMBANGUN KARYA SASTRA(PROSA)
UNSUR INTRINSIK
Tema
Amanat
Latar
Sudut pandang
Penokohan
Alur/plot
Gaya bahasa
Rima dan ritma ( khusus untuk prosa lirik)
UNSUR EKSTRINSIK
Pendidikan
Sosial budaya
Biografi
Agama
MACAM-MACAM PUISI
1.PUISI LAMA
a. Mantra (ucapan-ucapan berirama yang dianggap mempunyai kekuatan gaib untuk mewujudkan keinginan)
b. Pantun
        Cirinya:
         1.  dua baris pertama merupakan sampiran dan dua baris         terakhir merupakan isinya.
         2. tiap bait terdiri atas 4 baris
         3. tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata
         4. bersajak ab-ab
c.Karmina (pantun kilat), seperti pantun tetapi pendek, tiap bait terdiri dari 2 baris
d. Seloka (pantun berkait): pantun yang salah satu sampiran diulang pada bait berikutnya.
e. Gurindam : puisi yang ciri-cirinya:
      1. tiap bait terdiri atas 2 baris
     2. bersajak a-a
     3. berisi nasihat
f. Syair : puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri-ciri:
     1. tiap bait berisi 4 baris
     2. bersajak a-a-a-a
     3. berisi nasihat atau cerita
g. Talibun (pantun genap: tiap bait terdiri dari 6,8,atau 10 baris)
2. PUISI BARU
Pengelompokan puisi baru berdasarkan isinya:
a.Balada (berisi kisah/cerita, disebut puisi naratif)
b.Himne (berisi pujaan terhadap Tuhan, tanah air, atau pahlawan)
c.Ode (berisi sanjungan terhadap orang yang berjasa)
d.Epigram (berisi tuntunan/ajaran hidup)
e.Romance (berisi luapan perasaan cinta)
f.Elegi (berisi ratap tangis/kesedihan)
g.Satire (berisi sindiran/kritik)
●Pengelompokan puisi baru menurut jumlah baris:
a.Distikon (2 baris)
b.Tersina (3 baris)
c.Kuatrin (4 baris)
d.Kuin (5 baris)
e.Sektet (6 baris)
f.Septima (7 baris)
g.Oktaf (8 baris)
h.Soneta (14 baris: terdiri 3 kuatrin+ 1 distikon atau 2 kuatrin+ 2 tersina)
Pengelompokan puisi baru yang lain:
a.Puisi visual (menonjolkan bentuk visual, bentuk itu sendiri mengandung makna)
b.Puisi mantra (meniru gaya mantra)
c.Puisi diafan (maknanya terbuka, tanpa lambang/kiasan)
d.Puisi prismatis (maknanya terbungkus oleh berbagai lambang/kiasan)
UNSUR-UNSUR INTRINSIK PUISI
   Unsur intrinsik adalah unsur –unsur  yang membangun puisi.
   Unsur pembangun puisi:
     1. Bentuk batin (hakikat puisi)
     2. Bentuk fisik (metode puisi)
   Unsur bentuk batin adalah isi atau kandungan yang hendak dikemukakan oleh penyair.
   Unsur bentuk fisik adalah cara-cara atau metode untuk mengungkapkan hakikat sehingga hakikat itu terekspresi secara maksimal dan mengandung nilai-nilai keindahan.
UNSUR BENTUK BATIN
Tema
Rasa dan nada
Pesan atau amanat
UNSUR BENTUK FISIK
Rima/ persajakan
Ritma/ irama
Metrum/matra
Diksi
Gaya bahasa dan majas
MACAM-MACAM MAJAS
1. METAFORA (perbandingan langsung)
Contoh: Engkaulah putri duyung tawananku.
2. SIMILE (persamaan)
Contoh: Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasanglilinnya.
3. Personifikasi (memanusiakan)
Contoh: Sepi menyanyi malam dalam mendoa tiba.
4. Hiperbola (melebih-lebihkan)
Contoh: Aku mau hidup seribu tahun lagi.
5. SINEKDOK PARS PROTOTO
     PARS                           parsial (sebagian)
     TOTO                         total (seluruh)
Contoh: Penderitaan mengalir dari parit-parit   wajah.
6. SINEKDOK TOTEM PROPARTE
     TOTEM                       total
     PARTE                         parsial
Contoh: Politisi dan pejabat tinggi adalah calo-calo yang rapi.
7. IRONI (sindiran yang halus)
Contoh: Seorang ketika digiring, tersedu/membuka sendiri tanda kebesaran di pundaknya.
8. TAUTOLOGI (penggunaan kata-kata senada untuk menyangatkan)
Contoh: Pergi ke laut lepas,  anakku sayang/ pergi ke alam bebas.
9. SIMBOLIK (penggunaan simbol/lambang untuk menggantikan orang/hal)
Contoh: Burung dara jantan/ yang dulu kau pelihara/ kini telah terbang menemui jodohnya.
10. REPETISI (pengulangan kata-kata yang sama dalam suatu baris kalimat)
Contoh: Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati.
11.PARALELISME (pengulangan kata/frasa antarbaris
     ANAFORA  : pengulangan awal baris
     EPIFORA    : pengulangan akhir baris
Contoh:
Aku manusia                       Seperti lidah ia, di mulut kita tak terasa
                                              Seperti jantung ia, di dada kita tak terasa
Rindu rasa
Rindu rupa
12. PARADOKS (gambaran dua hal/keadaan yang kontras)
Contoh: Dunia tambah beku di tengah derap suara menderu.
13. KLIMAKS (pengungkapan yang makin menguat/menghebat)
Contoh:
Empat puluh sembilan tangga kemiskinan/ Hari panas
Lima puluh sembilan tangga kemiskinan/Hari sengangar
Enam puluh sembilan tangga kemiskinan/Hari terbakar
14. ANTIKLIMAKS
Contoh:
Pada langkah pertama keduanya sama baja/ Pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo.
DRAMA
PENGERTIAN DRAMA ada dua aspek, yaitu aspek sastra yang dibukukan/ditulis dalam bentuk naskah drama dan aspek pementasan untuk membawakan naskah tersebut.
1.Aspek sastra
       Unsur intrinsik drama pada dasarnya sama dengan prosa. Dalam drama terdapat tema, amanat, alur, tokoh dan karakter, gaya bahasa dan sebagainya. Namun di dalam drama tidak ada sudut pandang. Hal khusus lain terdapat petunjuk-petunjuk tentang aspek pementasan, seperti setting, akting, lighting, bloking, dsb.
       Biasanya petunjuk-petunjuk di atas ditulis dengan huruf kapital atau diletakkan dalam tanda kurung.
2. ASPEK PEMENTASAN
1.Setting panggung sebagai latar cerita
2.Pemeran/pemain
3.Dialog
4.Monolog
5.Akting
6.Bloking
7.Tata artistik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar