Minggu, 29 Juni 2014

RPP SMA X/1 (ateks anekdot)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan                  : SMA
Kelas/Semester                        : X/1
Mata Pelajaran                        : Bahasa Indonesia
Tema                                       : Kritik dan Humor dalam Layanan Publik
Materi Pokok                          : Menganalisis Teks Anekdot
Jumlah Pertemuan                   : 1 X Pertemuan
Alokasi Waktu                        : 2 X 45 Menit

A.    Kompetensi Dasar
1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan menyajikan informasi lisan dan tulis melalui teks anekdot
2.3 Menunjukkan perilaku jujur, tanggung jawab, dan disiplin dalam menggunakan bahasa indonesia untuk menunjukkan tahapan dan langkah yang telah ditentukan
3.3  Menganalisis teks anekdot baik lisan maupun tulisan
4.3 Menyunting teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan

B.  Indikator
1.3.1Konsisten menggunakan bahasa indonesia sesuai dengan kaidah yang tepat dalam mempelajari teks anekdot sebagai bukti rasa syukur atas anugerah Tuhan Yang Maha Esa
2.3.1Bersikap jujur, disiplin, dan tanggung jawab dalam mempelajari teks anekdot
3.3.1Menganalisis teks anekdot di lihat dari struktur dan kaidah bahasanya dengan tepat
4.3.1Menyunting teks anekdot dan mempresentasikannya dengan benar.

C.    Tujuan Pembelajaran
1.      Selama dan setelah proses pembelajaran tentang teks anekdot, siswa konsisten menggunakan bahasa indonesia dengan kaidah yang tepat sebagai wujud mensyukurinanugerah Tuhan akan keberadaan bahasa indonesia
2.      Selama dan setelah pembelajaran, siswa dapat menunjukkan perilaku jujur, disiplin, dan tanggung jawab dalam menggunakan bahasa indonesia.
3.      Setelah menganalisis teks anekdot, siswa dapat mengetahui struktur, kaidah, dan kebahasaan, teks anekdot
4.      Setelah mampu menganalisis, siswa dapat menyunting teks anekdot, mempresentasikannya dengan benar.


D.    Materi Pembelajaran
1.      Contoh Teks Anekdot
KUHP Dalam Anekdot
Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.
Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen.  “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”
Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak …!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu,mereka tertawa terbahak-bahak.
Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.

2.      Struktur, kaidah, dan kebahasaan teks anekdot
Teks Anekdot adalah teks yang berisi pengalaman seseorang yang tidak biasa. Pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menghibur si pembaca.
Struktur teks anekdot, yaitu :
a.       Abstrak adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks. 
b.      Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini. 
c.       Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
d.      Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian crisis tadi. 
e.       Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis. 
Kebahasaan dalam teks anekdot :
Ciri kebahasaan jarang menarik perhatian, sering dijumpai keterangan waktu lampau, terdapat kalimat perintah dan seru, serta tempat secara berurutan.

E.     Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah pendekatan ilmiah, dan
Metode Pembelajaran Make A Match (Mencari Pasangan).




F.     Kegiatan Pembelajaran

a.       Kegiatan Pendahuluan ( 15 menit )
1.      Siswa merespon salam dan mengekspresikan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan melalui interaksi simpatik dan empatik.
2.      Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pembelajaran
3.      Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan
4.      Siswa menerima informasi tentang kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

b.      Kegiatan Inti ( 55 menit )
Mengamati :
1.      Siswa merespon penjelasan guru tentang proses pembelajaran yang akan dilakukan dan merespon tentang teks anekdot yang dibutuhkan
2.      Siswa memperhatikan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaiknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban, yang dipersiapkan guru
Menanya :
3.      Setiap siswa mendapatkan satu buah kartu
Menalar :
4.      Tiap siswa memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang
Mencoba :
5.      Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya ( soal-jawaban )
Membuat jejaring :
6.      Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
7.      Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
8.      Demikian seterusnya
9.      Kesimpulan atau penutup.

c.       Kegiatan Penutup ( 10 menit )
1.         Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2.         Siswa dan guru melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan
3.         Siswa memperhatikan informasi kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya
4.         Siswa bersama guru menutup kegiatan pembelajaran dengan bersama-sama berdoa.

G.    Media dan Sumber Belajar
1.         Contoh teks anekdot yang berjudul KUHP dalam anekdot
2.         Infocus
3.         Buku pelajaran bahasa indonesia untuk SMA kelas
H.    Penilaian
1.      Penilaian Sikap Spiritual

HASIL PENILAIAN PERKEMBANGAN KESADARAN MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA DENGAN KAIDAH YANG TEPAT
No
Nama
Menjawab salam
Berdoa
1.



2.



3.



               Keterangan :          1 = kurang                     3 = baik
                                             2 = sedang                      4 = sangat baik
2.      Penilaian Sikap Sosial
Mata Pelajaran                  : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester                : X / 1
Tema                                 :
Waktu Pengamatan           : Hari sabtu, tanggal 31 mei 2014, dan pukul 10.00 WIB

Indikator perkembangan sikap berbahasa yang diamati meliputi tanggung jawab, disiplin, dan jujur.

HASIL PENILAIAN PROSES

No
Nama
Nilai Aspek
Tanggung jawab
Disiplin
jujur
Jumlah skor
1.





2.





3.





Keterangan : 1= kurang                  3= baik
                                      2= sedang                  4= sangat baik







3.      Penilaian Pengetahuan
Soal : Identifikasi struktur dan rujukan kata pada teks anekdot.

No
Nama
Aspek yang dinilai
Skor
Struktur teks
Unsur kebahasaan teks
1.





2.





3.





4.





Keterangan : 1= kurang                  3= baik
                                      2= sedang                  4= sangat baik


4.      Penilaian Hasil/produk
LEMBAR PENILAIAN HASIL
Mata Pelajaran                  : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester                : X / 1
Tema                                 :
Nama Proyek                    :
Alokasi Waktu                  : 1 Pertemuan ( 2 x 45 menit )
Nama Siswa                      :

RUBRIK PENILAIAN PRODUK
No
Tahapan
Skor (1-5)
A.
Penyusunan teks :


Kelogisan teks


Kesistematisan teks

B.
Presentasi teks :


Kejelasan lafal

                Keterangan : 1= kurang                  3= baik
                                      2= sedang                  4= sangat baik


RPP SMA peminatan (bahasa indonesia) X/1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBLAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan          : SMA (peminatan)
Kelas/Semester              : X/1
Mata Pelajaran               : Bahasa Indonesia
Tema                             : Ekspresi diri dan akademik
Materi Pokok                 : Memerankan tokoh dalam naskah drama
Jumlah Pertemuan           : 1 X Pertemuan
Alokasi Waktu               : 2 X 45 Menit
                      
A.               KOMPETENSI DASAR
1.3 Mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dan alat pemersatu bangsa dengan menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam segala bidang kehidupan secara baik dan benar.
2.3 Menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana untuk mencapai tujuan berbagai masalah dalam kehidupan serta melakukan hubungan social secara jujur dan santun
3.3 Merangkum isi informasi dari bacaan tentang fenomena dan kejadian di lingkungan sekitar kedalam beberapa kalimat dengan membaca intensif.
4.3 Menyusun teks naratif objektif tentang riwayat tokoh (ilmuan, pejuang dan sebagainya).





B. INDIKATOR
1.3.1 konsisten menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang tepat dalam mempelajari isi informasi dari suatu bacaan sebagai bukti implementasi rasa syukur atas anugerah Tuhan Yang Mahaesa.
2.3.1 bersikap jujur dan santun dalam mempelajari isi informasi dari sebuah bacaan tentang fenomena dan kejadian di lingkungan sekitar
3.3.1 Menentukan ide pokok dari sebuah bacaan tentang fenomena dan kejadian di lingkungan sekitar ke dalam beberapa kalimat dengan membaca intensif.
4.3.1 Membuat teks naratif objektif tentang riwayat tokoh (ilmuan, pejuang dll).

C.               TUJUAN PEMBELAJARAN
1.                Selama dan setelah proses pembelajaran tetang merangkum isi informasi dari sebuah bacaan dengan membaca intensif siswa mampu  menggunakan bahasa Indonesia dengan kaidah yang tepat sebaggai wujud mensyukuri anugrah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia.
2.                Selama dan setelah pembelajaran siswa bersikap jujur, disiplin dan santun dalam merangkum isi informasi dari sebuah bacaantentang fenomena yang terdapat di lingkungan sekitar ke dalam beberapa kalimat dengan cara membaca intensif.
3.                Siswa mampu merangkum isi informasi dari sebuah bacaan tentang fenomena dan kejadian di lingkungan sekitar kedalam beberapa kalimat dengan membaca intensif.
4.                Setelah mampu membedakan siswa mampu menyusun teks naratif objektif



D.               MATERI PEMBELAJARAN
Contoh berita dalam Koran
Membaca intensif
1.     Definisi
Membaca intensif adalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai 4 halaman setiap hari.
Yang termasuk kedalam kelompok membaca intensif ini adalah :
·        Membaca telaah isi
·        Membaca telaah bahasa

E.               METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran berbasic project

F.                KEGIATAN PEMBELAJARAN
a.                 Kegiatan Pendahuluan
1)                Siswa merespon salam guru.
2)                Siswa merespon pertanyaan tentang kabar dari guru.
3)                Siswa merespon absen guru.
4)                Siswa meresfon motivasi dari guru.
5)                Siswa menerima informasi tentang tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.





b.                Kegiatan Inti
Mengamati
Guru memberikan Koran sebagai media untuk mencari informasi
Siswa mengamati berita dari Koran tersebut dengan cara membaca intensif
Menanya
Siswa membentuk beberapa kelompok masing-masing beranggota 3-4 orang
Masing-masing anggota kelompok saling bertanya dan bertukar fikiran tentang isi informasi dari bacaan
Menalar
Siswa memahami dan mempelajari isi informasi dari sebuah bacaan tentang fenomena dan kejadian di lingkungan sekitar dengan cara membaca intensif.
Mencoba
Siwa merangkum isi informasi dari sebuah bacaan tentang fenomena dan kejadian di lingkungan sekitar dengan cara membaca intensif.
Membuat jejaring
Masing-masing kelompok menyampaikan kesimpulan atau rangkuman isi informasi tersebut.

c.                  Kegiatan Penutup
1)                Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran yang sudah dibahas.
2)                Siswa merespon penutupan salam dari guru untuk mengakhiri pembelajaran yang telah dilaksanakan.

G.              MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
1)                koran
2)                Infokus

H.              PENILAIAN
1.      Penilaian Sikap Spiritual

No
Nama Siswa
Sikap Religi
Skor


Berdoa sebelum belajar (1-3)
Bersyukur jika mendapat kemudahan (1-3)
Mengucapkan hamdallah setelah belajar (1-3)


















Ket : skor  1 = baik
                  2 = cukup
                  3 = kurang

2.      Format penilaian sikap sosial

No
Nama
Nilai Aspek

Jumlah skor


Tanggung jawab
Jujur
Santun
1





2





3





4





5




1-3

Ket : skor   1 = baik
                    2 = cukup
3  = kurang


3.      Format Penilaian Pengetahuan

Aspek
Skor
Siswa mampu membuat rangkuman isi informasi dari sebuah bacaan dengan baik dengan cara membaca intensif
3
Siswa mampu membaca intensif dari sebuah bacaan tetapi tidak bias merangkum informasi tersebut
2
Siswa tidak mampu membuat rangkuman isi informasi dari sebuah bacaan dengan baik dengan cara membaca intensif
1

Ket : 3 = baik
         2 = cukup
         1 = kurang
4.      Format penilaian keterampilan

Nama siswa : ……………………………………………

No.
Kriteria Penilaian
Skor 1-3
1.
Mampu merangkum isi informasi dari sebuah bacaan

2.
Kebahasaan yang digunakan dalam rangkuman isi informasi dari bacaan



Nilai= Jumlah skor yang diperoleh X 100
Jumlah skor maksimum



Inside- Outside- Circle

Model Pembelajaran Inside- Outside- Circle (Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar) merupakan model pembelajaran dimana “Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan, dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur”. Pembelajaran ini lebih leluasa dilaksanakan di luar kelas, atau tempat terbuka. Karena mobilitas siswa akan cukup tinggi, sehingga diperlukan perhatian ekstra. Namun demikian jika jumlah siswa  tidak terlalu banyak bisa juga dilaksanakan di dalam kelas. Adapun informasi yang saling berbagi merupakan isi materi pembelajaran yang mengarah pada tujuan pembelajaran. Misalnya pada mapel Bahasa Indonesia tentang unsur-unsur cerita. Sebagian siswa mempelajari tokoh-tokoh cerita, sebagian siswa yang lain mempelajari sifat/watak tokoh, latar cerita atau amanat/pesan cerita.  Pada saat nanti berbagi informasi, maka semua siswa akan saling memberi dan menerima informasi pembelajaran. Tujuan model pembelajaran ini adalah melatih siswa belajar mandiri dan belajar berbicara menyampaikan informasi kepada orang lain. Selain itu juga melatih kedisiplinan dan ketertiban.

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :
1.      Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
2.      Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok beranggotakan 3-4 orang.
3.      Tiap-tiap kelompok  mendapat tugas mencari informasi berdasarkan pembagian tugas dari guru ( misal : latar cerita, tokoh cerita, watak tokoh, pesan/amanat, dsb).
4.      Setiap kelompok belajar mandiri, mencari informasi berdasarkan tugas yang diberikan.
5.      Setelah selesai, maka seluruh siswa berkumpul saling membaur (tidak berdasarkan kelompok).
6.      Separuh kelas lalu berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar.
7.      Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam.
8.      Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.
9.      Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
10.  Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya, sampai seluruh siswa selesai berbagi informasi.
Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran kita sehingga pembelajaran yang dirancang Bapak/Ibu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang sekaligus menyenangkan.


Langkah 1 : Pembentukan Kelompok lingkaran luar dan lingkaran dalam
Guru membagi siswa dalam kelompok beranggotakan 8 orang dan kepada setiap anggota berdiri membentuk lingkaran dalam melingkar menghadap keluar dan lingkaran luar berdiri melingkar menghadap ke dalam. Dengan demikian antara anggota lingkaran dalam dan lingkaran luar saling berpasangan disebut kelompok asal.
Langkah 2 : Memberikan Tugas
Guru memberi tugas tiap-tiap pasangan asal itu sesuai dengan indikator pembelajaran yang dirumuskan .
Langkah  3 : Berdiskusi
Memberikan waktu secukupnya untuk berdiskusi kepada tiap-tiap pasangan.
Langkah 4: Bergerak berputar lingkaran dalam dan lingkaran luar membentuk pasangan baru 
       Setelah mereka berdiskusi, guru meminta kepada anggota kelompok lingkaran dalam bergerak berlawanan arah dengan anggota kelompok lingkaran luar. Setiap pasangan terbentuk pasangan baru. Pasangan ini wajib memberi informasi berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok asal, demikian seterusnya. Pergerakan akan berhenti jika anggota kelompok lingkaran dalam dan lingkaran luar bertemu dengan pasangan asal.  Hasil diskusi di tiap-tiap kelompok besar tersebut dipaparkan sehingga terjadilah diskusi antar kelompok.
Langkah 5 : Penilaian dan mengevaluasi
       Guru memberikan ulasan dan mengevaluasi hal-hal yang telah didiskusikan.